Wednesday, May 27, 2009

Salam wadah mula bicara
Teringat masa di ‘kolej matrikulasi pulau pinang’ memegang taklifan sebagai
ketua coordinator jualan muslimat sempena minggu aspirasi islam..
gara-gara kerana salah faham dgn mslmin pada satu malam tu,
kepercayaan terhadapku diragui..
sedih jugak...

Alhamdulillah, esoknya selesai...kenangan
Kisah ini memang mengembalikan memori tersebut..
Renung-renungkanlah



KERANA SEBUTIR KURMA

Selesai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke
masjidil Aqsa. Untuk bekal di perjalanan, dia membeli 1 kg kurma dari
pedagang tua di dekat mesjidil Haram. Setelah kurma ditimbang dan
dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak didekat timbangan.

Menyangka kurma itu bahagian dari yang dia beli, Ibrahim memungut dan
memakannya.Setelah itu dia langsung berangkat menuju Al Aqsa. 4 Bulan
kemudian, Ibrahim tiba di Al Aqsa. Seperti biasa, dia suka memilih
sebuah tempat beribadah pada sebuah ruangan dibawah kubah Sakhra. Dia
solat dan berdoa dengan khusyuk sekali.Tiba-tiba dia mendengar percakapan dua
Malaikat tentang dirinya.


"Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara' yang doanya
selalu dikabulkan ALLAH SWT," kata malaikat yang satu.

"Tetapi sekarang tidak lagi. Doanya ditolak kerana 4 bulan yg lalu dia
memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat
masjidil haram," jawab malaikat yang satu lagi.

Ibrahim bin adham sangat terkejut , dia tersentak, jadi selama 4 bulan
ini ibadahnya, solatnya, doanya dan mungkin amalan-amalan lainnya tidak
diterima oleh ALLAH SWT gara-gara memakan sebutir kurma yang bukan
haknya. "Astaghfirullahal adzhim" Ibrahim beristighfar.

Dia terus berkemas untuk berangkat lagi ke Mekkah menemui pedagang
tua penjual kurma. Untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah
ditelannya. Selepas sampai di Makkah dia menuju tempat penjual
kurma itu, tetapi dia tidak bertemu pedagang tua itu melainkan seorang
anak muda.

"4 bulan yang lalu saya membeli kurma disini dari seorang pedagang
tua.Kemana dia sekarang ?" tanya Ibrahim."Sudah meninggal sebulan yang
lalu, saya sekarang meneruskan pekerjaannya berdagang kurma" jawab anak
muda itu.

"Innalillahi wa innailaihi roji'un, kalau begitu kepada siapa saya
meminta penghalalan ?". Lantas ibrahim menceritakan peristiwa yg
dialaminya, anak muda itu mendengarkan penuh minat.

"Nah, begitulah" kata ibrahim setelah bercerita, "Engkau sebagai ahli
waris orangtua itu, maukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik
ayahmu yang terlanjur ku makan tanpa izinnya?".

"Bagi saya tidak masalah. Insya ALLAH saya halalkan. Tapi entah dengan
saudara-saudara saya yang jumlahnya 11 orang. Saya tidak berani mengatas
nama kan mereka karena mereka mempunyai hak waris sama dengan saya."

"Dimana alamat saudara-saudaramu ? Biar saya temui mereka satu persatu."

Setelah menerima alamat, Ibrahim bin Adham pergi menemui. Biar
berjauhan, akhirnya selesai juga. Semua setuju menghalalkan sebutir
kurma milik ayah mereka yang termakan oleh Ibrahim. 4 bulan kemudian,
Ibrahim bin adham sudah berada dibawah kubah Sakhra. Tiba tiba dia
mendengar dua malaikat yang dulu terdengar lagi bercakap cakap.

"Itulah ibrahim bin adham yang doanya tertolak gara gara makan sebutir
kurma milik orang lain."

"O, tidak.., sekarang doanya sudah makbul lagi, ia telah mendapat
penghalalan dari ahli waris pemilik kurma itu. Diri dan jiwa Ibrahim
kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram karena
masih milik orang lain. Sekarang ia sudah bebas."



Sebenarny malam tu salah faham pasal jamuan..
Betul jugak, duit atau makanan yang tak tahu asal-usulny tetap akan jadi darah daging kita…lepas tu, bagi kesan kat amal kita…
“ana sensitive pasal duit, even satu sen pun sebab semua tu yang akan masuk dalam badan kita”
Ni kata sahabat ana...
Oleh sebab itu berhati-hatilah dgn makanan yg masuk ke tubuh kita,sudah
halal-kah? lebih baik tinggalkan bila ragu-ragu..."

Semoga bermanfaat.

Moga2 sahabat-sahabat semua berada di dalam rahmat Allah. InsyaAllah

Salam wadah tutup bicara
" sampaikan daripada daku walaupun sepotong ayat.."


Shifaaul_Q0lb

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home